Akan dibuat sebuah aplikasi sederhana untuk menangani data peserta (atlit dan official) pada even PON yang akan datang. Fasilitas dari aplikasi tersebut minimal mencakup :
1. Memasukkan data peserta (atlit ataupun official).
2. Melihat data :
a. Data tunggal yang dicari menggunakan ID peserta.
b. Data kontingen dari Negara mana. Pelacakan menggunakan kode /nama Negara.
Untuk kebutuhan tersebut di atas, rancanglah :1. Table yang akan digunakan (nama dan strukturnya).2. Layout dari interface dibuat agar user friendly (tidak membingungkan pemakai).3. Scrip lain yang dibutuhkan agar program berjalan lancar.
Selasa, 08 Mei 2012
Jumat, 13 April 2012
Tambahan Materi Klas XI RPL
Materi yang ini didownload, lalu cetak biar mudah dipelajari
klik DI SINI
klik DI SINI
Selasa, 26 Juli 2011
Senin, 07 Februari 2011
Senin, 17 Januari 2011
Soal TryOut RPL 2011
Jumat, 04 Juni 2010
Tombo Ngantuk 2
Kejadian ini terjadi saat penulis masih di bangku SMA Muhammadiyah 1 Weleri. Saat itu ada acara milad Muhammadiyah di Boja. Penulis kebetulan jadi salah satu pemain team sepak bola SMA Muhammadiyah 1 Weleri. Karena beberapa hari berlangsung satu team menginap di rumah penduduk di sana.
Suatu pagi ada teman yang (maaf) lagi kebelet mau be'ol, yang kebetulan WC lagi dipake oleh temen lain.Dia menggedor dan minta agar diperbolehkan segera mengganti posisi untuk mendodok'i closet. Dengan terpaksa temen yang lagi di WC mengalah sambil mengancam akan mengguyur temen yang baru masuk WC. Temen pertama yang mengalah mencari ember dan diisi air untuk diguyurkan pada teman yang ada di WC saat ini. Ternyata saat dia mencari ember, temen yang di WC sudah keluar dan digantikan oleh guru olah raga saat itu. Dengan berjingkat-jingkat dia membawa seember air untuk diguyurkan ke penghuni WC. Mak Byurrrrrr, penghuni WC basah kuyup. Dengan berteriak kaget penghuni WC meloncat. Lebih kaget lagi yang mengguyur, karena ternyata yang terguyur bukan teman, melainkan guru oleh raganya. Dengan rasa malu dan takut pengguyur lari tunggung langgang karena ternyata guru yang terguyur mengejarnya meski dengan celana yang belum sempurna terpakai.
Suatu pagi ada teman yang (maaf) lagi kebelet mau be'ol, yang kebetulan WC lagi dipake oleh temen lain.Dia menggedor dan minta agar diperbolehkan segera mengganti posisi untuk mendodok'i closet. Dengan terpaksa temen yang lagi di WC mengalah sambil mengancam akan mengguyur temen yang baru masuk WC. Temen pertama yang mengalah mencari ember dan diisi air untuk diguyurkan pada teman yang ada di WC saat ini. Ternyata saat dia mencari ember, temen yang di WC sudah keluar dan digantikan oleh guru olah raga saat itu. Dengan berjingkat-jingkat dia membawa seember air untuk diguyurkan ke penghuni WC. Mak Byurrrrrr, penghuni WC basah kuyup. Dengan berteriak kaget penghuni WC meloncat. Lebih kaget lagi yang mengguyur, karena ternyata yang terguyur bukan teman, melainkan guru oleh raganya. Dengan rasa malu dan takut pengguyur lari tunggung langgang karena ternyata guru yang terguyur mengejarnya meski dengan celana yang belum sempurna terpakai.
Minggu, 14 Februari 2010
Tombo Ngantuk
SATU :
Suatu ketika seorang modin di salah satu desa di kawasan Kabupaten kendal meninggal dunia. Dia (sang modin) salah satu pekerjaannya adalah menalkin mayat yang hendak dikubur. Kini saat dia meninggal, tetangganyapun menalkkinnya. Saat itu anak ragil dari sang modin berteriak, "ndak usah ditalkin ayah saya...". Spontan teriakan itu membuat pelayat memandangnya dengan penuh tanya. Tiba-tiba salah satu pelayat bertanya kepada si ragil, kenapa engkau melarang ayahmu ditalkin? Si ragil balik bertanya, "apa maksud dari pentalkinan itu". Si penanya menjawab, "agar Bapakmu bisa menjawab saat ditanya malaikat nanti"."Itu kan untuk orang lain, lha wong Bapak saya kerjaannya juga nalkin orang, kok diajari. ndak perlu sudah apal bapak saya".
Suatu ketika seorang modin di salah satu desa di kawasan Kabupaten kendal meninggal dunia. Dia (sang modin) salah satu pekerjaannya adalah menalkin mayat yang hendak dikubur. Kini saat dia meninggal, tetangganyapun menalkkinnya. Saat itu anak ragil dari sang modin berteriak, "ndak usah ditalkin ayah saya...". Spontan teriakan itu membuat pelayat memandangnya dengan penuh tanya. Tiba-tiba salah satu pelayat bertanya kepada si ragil, kenapa engkau melarang ayahmu ditalkin? Si ragil balik bertanya, "apa maksud dari pentalkinan itu". Si penanya menjawab, "agar Bapakmu bisa menjawab saat ditanya malaikat nanti"."Itu kan untuk orang lain, lha wong Bapak saya kerjaannya juga nalkin orang, kok diajari. ndak perlu sudah apal bapak saya".
Langganan:
Postingan (Atom)